Senin, 12 Oktober 2015

Marry Your Daughter

Marry Your Daughter
by: baeyeollie
.
Ketika dua insan manusia yang saling berbagi kasih, saling untuk melengkapi kekurangan, saling untuk memberikan yang terbaik pada hidup mereka, dan saling berjanji untuk membuatnya bahagia. Maka pada saat itulah, ia yakin dirinya adalah belahan jiwa yang telah lama ia cari-cari di alam kehidupan ini. 
Walaupun ini terasa seperti tidak nyata dan kegugupan melingkupi dirinya, tapi ia yakin, sekali lagi, bahwa dia memanglah wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya, hingga kematian menjemput mereka. Maka dengan segala kegugupan dan peluh yang ada, Rakyan berjalan dengan langkah yang amat berhati-hati.

Menekuk dua lututnya kepada lelaki si pemilik belahan jiwanya. Ia mengeluarkan sekotak hitam kecil dengan berbalut pita di atas, lantas membukanya dan memberikan akibat reaksi pada wajah lelaki berumur dihadapannya.

"Ini untuk putri anda, Mr. Sam."

Kalimatnya ambigu, membuat Mr. Sam mencondongkan tubuhnya lebih dekat pada pemuda yang tengah berlutut padanya.

"Dan apa maksud dari cincin itu, nak?"

Labium Rakyan terangkat, membentuk sebuah kurva manis pada wajah tampannya. Atensi netranya kini teralih pada seorang gadis yang berdiri disamping Mr.Sam, lembut dan menatap gadis itu bagai orion di malam musim panas kala pertama kalinya mereka dipertemukan.

"Untuk melamar putri anda, dan menjadikan dia istriku." Senyumnya masih mengembang sebelum ia melanjutkan, "karena putri anda adalah segalanya bagiku dan kuingin dia menjadi satu-satunya gadis yang kucintai selama sisa hidupku."

"Benarkah?" Mr. Sam meragu pada pernyataan pemuda dihadapannya, mengakibatkan kecemasan pada diri Rakyan, juga anak gadisnya.

"Iya, dan aku tidak pernah seserius ini dalam hidupku. Aku berjanji akan selalu memberinya yang terbaik dan jangan pernah anda khawatirkan, aku akan tak baik memperlakukannya. Karena sungguh, gadis anda akan kujadikan ratuku, di istana hidupku."

Dan kini Rakyan akan sangat lega jika Mr.
Sam mempunyai pandangan yang sama dengannya dan ia berharap sebentar lagi ia akan tersenyum saat mendengar langkah-langkah kaki yang mensusuri lorong dengan mengamit lengan Mr.Sam , di hari dirinya akan menikahi putrinya.

"Jika begitu, maka kuserahkan putriku padamu."

Dan saat itu juga, dia tahu inilah saatnya, Rakyan siap untuk memulai dan bersumpah pada dirinya dengan sepenuh hati dia akan mengatakan 'aku bersedia.'

-selesai.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar